Tanda Dan Gejala Penyakit Bronchitis

Penyakit bronkitis merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan. Penyakit bronkitis ini biasanya ditandai dengan gejala seperti batuk dan juga pilek baik yang sifatnya ringan atau juga sifatnya berat. Seseorang yang menderita penyakit bronkitis biasanya akan mendapatkan gejala seperti demam. Tanda dan gejala penyakit bronchitis biasanya penderita akan meriang, namun pada beberapa kasus, penderita juga tidak merasa demam.

Tanda dan gejala penyakit bronchitis lain yang lebih terlihat adalah salah satunya batu, batuk yang datang disertai dengan campuran dahak yang kental. Kurangnya refleksi yang menyebabkan dahak tersebut keluar saat batuk menyerang. Hal ini biasanya akan terjadi selama beberapa waktu, atauu bisa juga terjadi beberapa minggu yang pada akhirnya akan mengalami pengurangan. Namun, jika cuaca memburuk, bisa saja batuk akan menyerang kembali dan kemudian penderita akan berada dalam kondisi yang tidak nyaman.

Tanda dan gejala penyakit bronchitis yang ditandai dengan frekuensi napas dan batuk yang semakin susah dan semakin besar, biasanya hal ini sudah mengalami infeksi yang pada akhirnya menyebabkan menderita terlihat lebih pucat dan tubuhnya juga panas.

Cara mencegah agar tidak mengalami gejala penyakit bronkitis adalah dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang sehat, banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat dari buah-buahan dan juga sayuran. Mengonsumsi banyak serat untuk membantu ketahanan tubuh Anda terhadap penyakit, membantu sistem imunitas tubuh yang baik.

Jika Anda mulai terserang demam dan juga batuk atau gejala yang dijelaskan diatas, maka jangan berikan kesempatan penyakit untuk datang menyerang tubuh Nada. Lawan mereka, dengan cara memelihara kondisi tubuh agar selalu dalam keadaan yang sehat,

Hal yang perlu Anda hindari adalah polusi udara, merokok dan asap udara di jalan bisa menyebabkan penyakit ini muncul. Pakailah masker untuk mencegah terjadinya asap masuk ke dalam saluran pernapasan. Jika Anda dalam keadaan kurang sehat, sebaiknya gunakan masker dan jauhi mereka yang sedang batuk. Karena penyakit bronchitis bisa menyebar lewat percikan udara dari mereka yang menderita penyait batuk atau bronchitis.

Posted in Gejala Bronchitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bronkitis Kronik

Batuk terus-menerus yang disertai dahak dalam jumlah banyak, dan batuk terbanyak terjadi pada pagia hari. Sebagian besar penderita bronkitis kronik tidak mengalami obstruksi aliran pernapasan, namun 10-15 % perokok merupakan golongan yang mengalami penurunan aliran napas. Penderita batuk produktif kronik yang mempunyai aliran napas normal disebut penderita bronkitis kronik simpleks, sedangkan yang disertai dengan penurunan aliran napas yang progresif disebut penderita bronkitis kronik obstruktif.

Pemeriksaan fisik tidak sensitif untuk bronkitis kronik yang ringan sampai sedang, tetapi pada penderita yang mengalami obstruksi napas, gejalanya telah tampak pada saat inspeksi, yaitu digunakannya otot pernapasan tambahan.

Selain bronkitis dikenal pula penyakit lainnya yakni bronkiektasis. Bronkiektasis adalah pelebaran bronkus yang disebabkan oleh kelemahan dinding bronkus yang sifatnya permanen. Diagnosis brokiektasis ditegakkan dengan bantuan bronkografi, namun sekarang tindakan bronkografi tidak banyak dilakukan dan digantikan oleh HRCT (High resolution computed tomograghy). Bronkiektasis sering pula dimasukkan ke dalam golongan penyakit infeksi saluran pernapasan dengan diagnosis bronkiektasis terinfeksi.

Posted in Gejala Bronchitis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Dari Bronchitis

Penyakit bronkitis yang terlambat diketahui dan ditangani tentunya akan berdampak pada buruknya keadaan bronkitis seseorang. Bronkitis ringan yang mungkin diderita pada awal gejala dianggap sebagai penyakit sederhana, namun apabila gejala dari bronkitis ini dapat berlangsung lama, tentunya akan berdampak buruk dan terjadi komplikasi pada penyakit gangguan saluran pernapasan laninnya.

Ada beberapa dampak buruk dari bronkitis yang dapat dikenali pada penderita bronkitis, diantaranya :

1. Bronkitis ringan berkembang menjadi bronkitis yang kronik atau akut

2. Pneumonia atau radang paru-paru tanpa atelektaksis. Bronkitis dan pneumonia merupakan sekelompok jenis penyakit gangguan saluran pernapasan yang harus diwaspadai. Bronkitis seirng terjadi infeksi berulang namun biasanya bersifat sekunder terhadap infeksi pada saluran napas bagian atas.

3. Pleuritis. Komplikasi yang dapat terjadi secara bersamaan dengan timbulnya penyakit pneumonia.

4. Efusi pleura atau empisema

5. Abses metastasis diotak, akibat dari septikemi yang disebabkan oleh kuman penyebab infeksi supuratid pada bronkus.

6. Haemaptoe terjadi akibat dari pecahnya pembuluh darah cabang vena (arteri pulmonalis), cabang arteri (arteri bronchialis atau anastomisis pembuluh darah).

7. Sinusitis yang merupakan komplikasi yang sering terjadi dari penyakit bronkitis yang sering ditemui dan pada penyakit gangguan saluran napas lainnya.

8. Kegagalan pernapasan merupakan komplikasi paling akhir dari bronkitis yang berat dan luas

9. Amiloidosis, merupakan komplikasi dari perubahan degeneratif namun komplikasi ini jarang sekali terjadi.

Posted in Gejala Bronchitis | Tagged , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Bronchitis

Sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit bronkitis yang berulang, perlu diadakannya langkah-langkah untuk membantu menurunkan risiko bronkitis dan melindungi organ paru-paru secara umum, diantaranya :

1. Hindari merokok diruang keluarga atau ruang tempat bermain anak, usahakan untuk tidak merokok di depan anak. Bila perlu hentikan kebiasaan merokok demi keselamatan diri dan orang sekitar akibat bahaya dari asap rokok.

2. Mencoba menghindari kontak langsung apabila anggota keluarga atau siapapun disekitar anda sedang terserang flu dan batuk.

3. Dapatkan vaksinasi terhadap flu tahunan. Karena dari banyaknya kasus yang terjadi penyakit bronkitis kronis terjadi akibat influenza dan virus. Dengan melakukan vaksinasi membantu mengurangi risiko bronkitis.

4. Konsultasi dengan dokter jika mengalami pneumonia (radang paru-paru diatas usia 60 tahun, terutama bagi penderita yang memiliki penyakit komplikasi lainnya seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan paru-paru. Dapat pula melakukan vaksin prevnar yang diperuntukkan bagi anak-anak untuk melindungi dari serangan penyakit pneumonia dimulai dari usia dibawah 2 tahun.

5. Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik yang aman untuk memperkecil risiko terkena infeksi virus.

6. Gunakan masker, jika sedang beraktivitas diluar ruangan untuk menghindari paparan langsung polusi udara dari debu, asap kendaraan dll.

Posted in Gejala Bronchitis | Tagged , , , , | Leave a comment